Minggu, 15 Februari 2015

MEMBENTUK PRIBADI YANG KOKOH DALAM MENGHADAPI COBAAN





Pekanbaru,,tahun 2009



Sekitar  pertengahan tahun 2009, sebelum keberangkatan haji orangtua ku sempat mengalami sakit parah sekitar 4 bulan lamanya. Berawal dari faktor pola makan yang kurang higienis yang tidak seimbang dengan pola gizi yang biasanya ibuku selalu berikan, hal ini dikarenakan ayahku bekerja di daerah Tpi, beliau pindah tugas dan menjabat sebagai pejabat daerah. Namun ibu tidak ikut serta mendampingi  beliau bertugas dikarenakan aku masih memilki 2 (dua) orang adik yang sudah menikah dan yang masih duduk di Sekolah Lanjutan Menengah atas (SLTA). Ibu beserta adik-adikku berada di kota Pekanbaru, sementara ayah dan diriku berada di Tpi. Aku bekerja di salah satu Instansi Lembaga Pemerintahan di daerah Provinsi Kepulauan Riau, sementara ayah di daerah Kota Tpi. Kesehari-harianku bisa menjaga dan mengurus ayah hanya waktu beliau pergi dan pulang kerja. Namun untuk pagi dan siang menjelang sore waktu kami isi dengan pekerjaan rutin dan terkadang waktu makan pun kurang teratur dan kadang makanan untuk makan siang pun siap saji tanpa mengetahui bahan pengawet apa  yang di gunakan.
 Sekitar bulan Juli tahun 2009 ayahku telah memasuki masa purna bakti atau pensiun. Ayah akhirnya kembali berkumpul bersama ibu dan ke dua adikku serta menantu dan 1 (satu) orang anak. 2 (dua) minggu kemudian ayah mertua adikku yang sebelumnya berada di  Semarang berkunjung ke Pekanbaru. Isteri adikku ini bernama Vina. Ayah Vina ini ternyata di Semarang di kenal sebagai ahli mengobati orang  seperti apa yah namanya, kayak paranormal mungkin yah.. 
Pada suatu hari ayah mengeluh nafasnya sesak, keringat dingin keluar, muntah, demam panas,dan perutnya makin hari semakin membuncit. wajah ayah semakin lama semakin pucat. Sekitar beberapa bulan lagi ayah dan ibu rencananya akan menunaikan ibadah haji. Ibu dan keluarga mengusulkan untuk berobat ke dokter dan rumah sakit., namun ngga ada hasilnya,     disaat ayah sedang sakit, ayah vina menawarkan bantuan untuk mengobati ayah dengan caranya. Memijit dengan menggunakan bacaan-bacaan ayat, kmudian bekam, dan mengolah buah mengkudu, labu air dan nenas menjadi obat, dan lain sebagainya. Ketika ayah Vina mengobati ayahku, ayah berpesan sebelum naik haji dulunya ketika masih muda,  ada satu hal yang waktu itu beliau sempat menelan serbuk seperti kristal pemberian dari temannya, yang katanya berguna untuk menangkal sebagai pelindung dirinya, serbuk tersebut seperti sudah mendarahdaging, teman yg memberikan serbuk tersebut telah meninggal, dan ayah minta dikeluarkan sebelum menunaikan ibadah haji. Ayah Vina berhasil mengeluarkan dan membersihkan diri ayah, ngga tahu juga dengan cara apa beliau mengeluarkannya, namun sakit ayah ngga juga sembuh, bahkan waktu itu semakin parah, semakin pucat., namun ayah tetap mengerjakan sholat lima waktu dan sering sholat tahajjud.  Disaat ayah sakit suatu hari ayah kedatangan tiga orang tamu yang tak dikenal. Ketiga tamu tersebut menawarkan bantuan dengan mengobati ayah, tamu tersebut berniat ingin mengajak ayah mengikuti segala ajaran dan perintah yang mereka anut dan kerjakan, ayah menanyakan ajarannya apa, dan bagaimana mengerjakannya.
namun anehnya, ketiga tamu tersebut mengaku beragama islam, namun tidak melaksanakan sholat lima waktu, tidak mengenal dua kalimah syahadat, tidak melaksanakan ibadah puasa dan memiliki satu orang nabi setelah nabi Muhammad SAW, dan setiap malam bulan purnama punya ritual khusus yang harus di laksanakan di depan mayat orang yang baru meninggal, kemudian meminta uang sebesar 5 juta rupiah untuk iuran kegiatan mereka.,spontan ajah ayah terkejut dengan apa yang mereka katakan, ayah marah bahkan bilang bahwa ajaran islam yang sesungguhnya tidak begitu, dengan beraninya dan lantang ayah mengatakan aliran yang kalian anut sesat !!!!  itu bukan islam !!!! biar bagaimanapun saya tidak akan menerima ajakan kalian !!! maaf...saya saat ini sedang sakit, sebaiknya kalian keluar dan segeralah pulang,, tolong keluar dari rumah ini !!! mereka akhirnya terdiam, kemudian berkata, Sebelum pulang, sebaiknya bapak bisa pikirkan dulu mengenai ajakan kami ini. Baiklah..kami akan pulang dulu.
Pada malam harinya, sekitar pukul 2 malam, ayah mengeluh sakit, nafasnya sesak, muntah, perut membuncit, keringat dingin mengucur deras, dan muntahnya mengeluarkan darah. Waktu itu walau dengan susahnya bernafas beliau masih sempat sholat tahajjud. Dan ayah Vina datang mengobati ayah, kemudian ayah tertidur,, di dalam tidurnya ayah bermimpi rumah kami dari atas di teropong sama 3 orang, dan ke tiga orang tersebut menaburkan sesuatu dari atas rumah. Ayah terbangun dan mengatakan mimpi tersebut, semakin hari kondisi ayah semakin memprihatinkan  dan tidak lama lagi sekitar 1 bulan lagi ayah akan akan menunaikan ibadah hajinya. Ketika pada malam jumat kliwon tiba-tiba ketika tidur ayah berteriak-teriak dan seperti sedang berbicara sama makhluk yang tidak berwujud ada di depannya. Ayah bilang, tolong jangan ganggu saya, pergilah kalian, saya tidak mau minum darah, pergi sana pergi !!! kemudian ayah ngomong sendiri, adekku buru-buru meanggil ayah vina,,kemudian ayah vina datang,, dan melihat,, ayah memegang lehernya, seperti ingin melepaskan tangan orang yang hendak mencekik lehernya. Allahu Akbar !!!  Ya Allah lindungi saya !!! Astaghfirullahaldzimm,, kami yang berada disitu berusaha menolong ayah, ayah Vina kemudian bersiap-siap menyerang balik makhluk itu, menurut yang dia lihat rumah ini diserang dari tiga penjuru, dari sudut kiri, kanan , dan depan. Tolong kalian semua waspada. Yang sudut kanan akan menuju ke kamar Icha (adik perempuanku) yang saat itu sedang tidur, trus yang disebelah kiri akan menuju ke ibuku, dan yang di depan sasarannya ke ayahku, yang tadi sempat berhasil melepaskan cekikan, kemudian bersiap-siapa datang menyerang lagi. Tapi mereka ngga mengenalku yang waktu itu baru saja tiba di Pekanbaru. ayah vina di bantu adik laki-lakiku  kemudian menyerang, yang aku lihat mereka bertarung, saling tendang, tenaga dalam dan menyerang. Aku langsung membawa ayah pergi ke kamar, dan mengeluarkan Alquran aku membaca alquran di dekat ayah, sambil memijit dan meminumkan obat yg di berikan ayah vina. Kemudian Vina gantian menjaga ayahku, terdengar suara pintu kamar adikku seperti bergerak dan terbuka, aku langsung keluar sambil melafazkan ayat kursi aku mendengar suara kaki diseret namun tidak berwujud. Ayah wina langsung membaca mantera dan mengeluarkan sesuatu dari balik bajunya, dan melemparkan kearah makhluk tersebut, kmudian sepertinya mkhluk itu terkena pukulan ayah Vina, barang-barng pecah belah dan lemari ikut peca dan hancur, kemudian mendengar suara teriakan panas dan panas. Aku merasakan sosok tersebut semakin lama semakin mendekati aku dan adikku, aku membangunkan adikku, supaya cepat tersadar, akhirnya, suara kaki di seret dan desahan nafas pun terdengar olehku, namun tidak terdengar oleh adikku.semakin lama aku semakin sering melafazkan ayat-ayat alquran. Adikku juga ikut melafazkannya.
Namun sepertinya adkku terlebih dahulu yang menjadi sasaran, sekujur kaki adikku ngga bisa digerakkan, aku langsung semakin kuat melafazkan ayat –ayat alquran, yah..benar kata ayah vina, mereka tidak mengenalku, namun pikirku aku pasti bakalan ikut terkena juga..Akhirnya ayah vina datang ikut menyerang mkhluk yang ada di depanku, kemudian makhluk tersebut lari namun sempat mengeluarkan bau hangus seperti terbakar. Makhluk yang ada di penjuru sebelah yang tadinya akan masuk ingin mencelakakan ibu, ternyata ngga berani masuk dan Cuma mengawasi ajah. Akhirnya makhluk-makhluk tersebut pergi. Ayahku tetap saja masih sakit, namun dia tidak mau berobat di bawa kedokter, ketika hari H, aku dan sekeluarga mengantar ayah dan ibuku ke bandara, ayah masih sakit namun dia bersikeras ingin tetap menunaikan ibadah haji, sambil membawa dokter spesialis untuk menemani ayah dan ibuku berangkat haji, waktu itu aku hanya pasrah, melihat kondisi ayahku yang semnakin hari semakin lemah. Aku hanya bisa menirimkan doa, sambil sekali-skali menyakan ayah disana. Akhirnya ibadaj aji telah selesai di kerjakan, orangtua ku akhirnya pulang dalam keadaan sehat, putih berseri dan gemuk. Alhamdulillah...berarti Allah memberikan kita cobaan  sebelum ayah dan ibu menunaikan ibadah haji. (RYAN)
La tahzan, innallaha ma’ana.....
Jangan bersedih, karena Allah bersama kita....

Ya Allah,,bantulah kami untuk terus bersyukur...
Atas semua keadaan terus bersabar...
Dalam menjalani semua masalah serta ikhlas....
Atas semua yang kau takdirkan....
Serta melapangkan dada...
Untuk terus menjadi prbadi yang kau cintai....

 

Tidak ada komentar: